Hampir Ditipu Orang Jelek..

26 May

Cari uang itu susah sekali ya, fisik dan mental diuji, tujuannya mungkin supaya di masa yang akan datang kita lebih terlatih. Tsahhhh~

Eniwei kemarin saya hampir saja kena tipu oleh orang Jambi. Saya ga bermaksud rasis loh tapi dia memang orang Jambi. Namanya Ichal. Mukanya jelek, cocoklah jadi penipu. Maaf kalau kasar tapi betul saya kesal sekali sama dia.

Jadi dua hari yang lalu, si Ichal kampret ini BBM saya, dia bilang mau order kaos juventus yang saya jual, dia minta harga murah karena dia bilang mau order lebih dari 1 lusin, dia memberikan saya list orderan beserta size nya, lalu kami berdua nego harga, akhirnya sampailah kepada kesepakatan di sebuah harga dan saya beri dia free ongkos kirim karena yah saya sih saat itu nothing to lose karena namanya juga baru jualan, untung sedikit tidak apalah, lagipula saya hanya reseller nya orang-orang saja, jadi tidak ada resiko yang saya tanggung.

Setelah mencapai kesepakatan si kampret ini bilang kalau sudah deal mau langsung ke Bank mumpung masih buka, saat itu pukul setengah 3 sore. Saya mengiyahkan saja. Yah saya pikir si kampret jelek ini orang jujur. Dia meminta saya untuk segera mengirimkan barangnya kalau dia sudah transfer. Saat saya bilang ditunggu transferannya, dia bilang packing saja dulu barangnya. Saya hanya mengiyakan supaya cepat.

Sampai malam tidak ada konfirmasi dari dia. Lalu saya tanya lagi, bagaimana transferannya? Dia bilang sudah di transfer ke BNI lewat atm. Saya masih positif thinking saja sih meskipun sebelum tidur saya mengecek ketiga rekening saya, tidak ada transferan yang masuk. Mungkin pending karena terlalu malam. Saya bilang nanti dicek.

Keesokan harinya saya sengaja tidak menanyakan tentang transferan itu, karena saya tidak mau diburu-buru untuk mengirimkan barangnya sebab supplier saya saat itu susah sekali diajak bertemu. Saya masih positif thinking, kalau dia memang niat menipu, mungkin setelah tahu transferannya tidak masuk, dia akan benar-benar transfer. Banyak loh yang seperti ini kelakuannya apalagi pembeli produk-produk perempuan. Atau bisa saja dia itu menyuruh orang lain transfer dan si orang lainnya itu lalai. Saya sangat positif bukan? LOL  Read More..

If Vendor X Has No Problem With Attitude

17 May

Belakangan ini saya lagi rajin-rajinnya mencari supplier yang barangnya bisa saya jual lagi. Saya tertarik sekali sih kalau sistemnya dropshipping. Hanya saja  karena sekarang saya tidak ada modal sama sekali saya menghindari kemungkinan-kemungkinan terburuk seperti misalnya tertipu. Jadi saya sedang mencari supplier yang lokasinya di Bandung juga supaya barangnya bisa saya ambil langsung. Dan itu susah men!

Setelah lama sekali browsing saya menemukan sebuah lapak yang lama tidak saya kunjungi. Lapak ini adalah lapak sebuah vendor yang sangat terkenal di forum jual-beli terbesar di Indonesia. Sebut saja Vendor X. Oh ya, selain jadi vendor, dia juga seller dengan harga miring edan-edannan. Saya dulu menjual barang yang sama dengan dia dan saya akan bilang kalau si vendor X ini sudah sangat merusak harga pasaran. Barangnya memang bagus sekali sih, pengerjaannya rapi dan detail (barang yang dia jual adalah produk replika).

Kemudian lewat fasilitas search dengan kata kunci vendor X saya malah menemukan surat terbuka untuk si vendor X, padahal niatnya hanya mau mencari barang apa yang dia jual, siapa tau saya bisa ambil satuan.\

Oh ya, Isi surat terbuka itu adalah tentang kekecewaan seorang pembeli dan memnta kejelasan barang pre order yang dia pesan, katanya sih sudah hampir 3 bulan masih belum selesai-selesai juga. Itu mah biasa. Tapi disitu si buyer sudah menjelaskan kalau semua masalahnya sudah clear, dia memberikan nila 5 untuk masalah komunikasi, 5 untuk respon dan 8 untuk hasil. Ya, meski pelayanannya selalu mengecewakan, hasilnya selalu bagus.

Bukan maksudnya curcol, tapi saya pernah order beberapa kali kepada si vendor X ini. Orderan pertama dari 1 bulan waktu yang dijanjikan selesainya 3 bulan. Pembeli saya mengamuk, dan saya pusing. Barang ke dua, yah seperti biasa, 4 bulan baru selesai. Dan barang ketiga yang terakhir yang membuat kami kapok. Setelah lebih dari 6 bulan akhirnya dia bilang “yaudah dikembaliin aja uangnya..” Nyebelin banget nggak sih.. Grrrrr.. Klik! Baca Selengkapnya

Unfinished Love (part 11)

16 May

(click here and Read Unfinished Love part 10)

Lara menghela nafas panjang, meningat-ingat kenangan tentang Damma membuat energinya terkuras cukup banyak. Ia kembali memandangi isi kotak yang kini berhamburan di lantai. ada CD mixtape juga, isinya lagu-lagu yang disukai oleh Damma. Kebanyakan isinya lagu-lagu hits dari Hoobastank dan Maroon 5 di album pertama. Lara mengganti CD yang sejak tadi ia putar dengan  CD yang barusan ia temukan.

Lagu The Reason dari Hoobastank mengalun dari CD player Lara, kali ini Lara mengambil Diary nya yang sudah buluk dan di beberapa halaman tintanya sudah luntur karena air mata atau karena tumpahan sirup. Lara membuka halaman demi halaman sambil sesekali tersenyum karena malu sendiri dengan kelakuannya dulu.

Lara tiba-tiba berhenti pada satu halaman. Ternyata Lara menuliskan kejadian lengkap ketika Dama tiba-tiba mendiamkan Lara. dia kembali tersenyum.

30 Oktober 2005

Gue nggak ngerti sama Damma, dia tiba-tiba ngediemin gue tanpa sebab yang jelas. Akhirnya tadi Bowo kasih tau gue kalau sekarang Damma lagi sering main sama Jamie dan anak-anak alumni. hoaaaahhh ternyata Damma sama aja, padahal gue kira dia beda dari temen-temennya yang lain. Yasudahlah yang penting sekarang gue tau deh kualitas pertemanan gue sama dia ternyata segitu aja..

Lara membuka halaman demi halaman, isinya hanya menceritakan kegiatan sehari-hari nya seputar guru dan lainnya. dan sekitar 20 halaman berikutnya, Lara menghentikan pandangannya. Dia berhenti dan membcaa halaman itu dengan seksama.

10 November 2005

My Gosh! gue ngga tau sekarang musti kayak gimana. Barusan gue di smsin Sonny katanya Damma ditahan di polres. Meski udah hampir sebulan gue nggak ngomong sama dia, tapi gue khawatir juga sih temen gue ada yang sampe ada di kantor polisi gitu. Sonny lagi on the way ke rumah.. gue akan kasih reportasenya setelah pulang ya, soalnya belum jelas juga sih kenapa.oke ciao!

Lara ingat dengan jelas, setelah dia menaruh diary nya, Mama mengatakan kalau Sonny datang ke rumah. Saat itu sudah pukul 11 malam, karena tidak mau membuat Mama dan Papa khawatir, Lara mengatakan kalau salah satu temannya ada yang masuk rumah sakit dan kini keadaannya kritis. Akhirnya setelah mengantongi izin dan menempun perjalanan selama hampir 30 menit mereka berdua sampai juga di polres. Read More..

Resep French Fries

25 Apr

Tadi siang saya dibelikan sosis sebanyak setengah kilo oleh tante saya. Waktu Mamah saya masak perkedel saya kepikiran untuk bikin kentang goreng. Tadinya sih saya mau beli kentang dari supermarket tapi saya kembali mengingat bahan pengawet dan bahan-bahan aneh lainnya yang ada di dalam kentang beku begitu hati saya ciut juga. saya sudah terlalu banyak makan pengawet.

Saya mencari cara supaya kentang yang saya buat nanti tidak basah. Waktu SMA dulu di sekolah saya ada ibu-ibu yang jualan kentang goreng begitu, dan yang saya ingat kalau ibu itu dulu pakai tepung – entah tepung apa itu – lalu saya memutuskan untuk menanyakannya kepada Mbah gugel. Tepung apa kira-kira yang pantas dicampur kentang???

Dari beberapa resep akhirnya saya menemukan resep kentang goreng yang relatif mudah dan bahannya ndak njlimet. Disitu dijelaskan kalau takarannya harus benar-benar diperatikan, memang sih selama ini saya sering gagal kalau masak karena terlalu banyak improvisasi. 

Oke to the point saja yaaak, supaya bisa langsung dicoba..

Bahan Yang Dibutuhkan

  • 1/2 kg kentang, potong kecil dan panjang
  • 2 sdm tepung beras
  • 1/4 sdt baking powder
  • garam secukupnya
  • air secukupnya
Nah katanya untuk langkah-langkah dalam proses pembuatannya juga harus benar-benar diperhatikan terutama masalah takaran dan waktu. Kali ini saya percaya saja deh dan tidak mau berimprovisasi. Daripada hancur. :D
 

Cara Membuat

  • Panaskan air hingga mendidih dan rebus kentang hingga setengah matang.
  • Keringkan airnya dan tambahkan air dingin untuk mendinginkan kentang. Tiriskan kentang, sisihkan.
  • Campurkan kentang dengan tepung beras, baking powder, dan garam dalam sebuah mangkuk. Aduk rata.
  • Panaskan minyak, goreng kentang dengan panas sedang hingga matang.
  • Angkat, tiriskan, siap disajikan.

Gampang kaaan? bahannya tidak terlalu banyak dan relatif mudah didapatkan juga. hasilnya memuaskan sekali. Kalau dulu goreng kentang sendiri pasti ujung-ujungnya basah dan dalamnya kadang keras, sekarang sudah tidak lagi. luarnya garing dan bagian dalamnya lembut. Dan sekarang sudah ga perlu lagi beli kentang beku di supermarket. Paling tidak kita sudah mengurangi masuknya pengawet lagi ke tubuh kita ;)
 

Unfinished Love (part 10)

24 Apr

(click here and Read Unfinished Love part 9)

Sabtu siang yang cerah, Indy memenuhi janjinya untuk mengunjungi Lara di rumahnya. Kini mereka berdua sedang asik duduk-duduk di lantai kamar Lara yang dialasi karpet berwarna biru muda, ditemani 2 gelas jus kemasan dan cireng isi bawaan Indy. Mereka menikmati cireng sambil asik bercerita meskipun sambil kepedasan.

“Jadi lo mau datang sama Gray Ra?” Tanya Indy. Lara mengangguk

“Dia sih udah bilang oke, yaudah deh tenang gue. Nggak akan ada awkward moment kalaupun gue musti ketemu Damma…” Kata Lara.

“Eh terus, Gray tahu ga masalah lo sama Damma? Setelah bertahun-tahun gue baru kepikiran untuk menanyakan ini..” Kata Indy ngakak.

“Secara singkat sih dia tahu. Tapi secara terperincinya ngga, buat apa jugalah.. Dia cuma tau Damma was my best friend and I loved him and he left me..” Jelas Lara.

“Loved?” Pancing Indy

“Udah deeeeh Ndy! Loved! L-o-v-e-d. Itu bentuk lampau, sekarang udah nggak lagi. Cuma masa lalu ya…” Jawab Lara jengkel.

Indy hanya tertawa terbahak-bahak. Indy tahu kalau Lara sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi terhadap Damma dan itu sebenarnya membuatnya tenang. Indy tahu kalau Lara tidak sebodoh itu untuk terus menyimpan perasaannya selama bertahun-tahun kepada Damma sementara dihadapannya ada seorang pria baik hati yang bertanggung jawab dan sudah siap membuat Lara bahagia. Dan Lara memang kembali ‘hidup’ setelah dia mengenal Gray. Gray benar-benar pria yang tepat untuk Lara.

“Lo mau dateng sama siapa Ndy?” Tanya Lara.

“Prama mungkin nggak bisa ikut, paling gue dateng sendiri aja, kalau misalkan Femmy sama Gitta mau datang dengan pasangan mereka masing-masing..” Jawab Indy. Lara mengangguk-angguk.

“Eh Ndy, lo mau masuk ke lorong waktu?” Tanya Lara, matanya berapi-api.  Read More….

Unfinished Love (part 9)

21 Apr

(click here and Read Unfinished Love part 8)

Sudah lama sekali Lara tidak mengecek jejaring sosialnya. Belakangan ini dia terlalu sibuk mengurus keperluan restoran yang ingin segera dibukanya. Semua hal-hal yang kurang penting dia enyahkan dari handphone nya. Termasuk me-log out akun-akun yang akan menganggu konsentrasinya ini.

Dan malam ini dia baru punya kesempatan lagi untuk online di depan laptopnya. Dengan lincah dia memasukan email dan password facebooknya. Ketika tampilan home sudah terbuka, Lara melihat icon notifikasi sudah penuh. Ada 30 notifikasi. Beberapa diantaranya wall post, comment dan sisanya adalah request game yang sangat mengganggu. Lara membuka satu persatu notifikasi yang dianggapnya cukup penting. Sampailah dia kepada salah satu notifikasi yang sukses membuat tubuhnya gemetar hebat. Invitation Reuni SMA Jaya angkatan 2003, 2004, 2005, 2006.

Dengan segala kekuatan yang Lara miliki saat itu, dia membuka link undangan itu kemudian melihat ternyata sudah banyak yang mengkonfirmasi kehadirannya. Banyak sekali yang ikut ternyata invitation ini sudah lama sekali terkirim. Read More….

Official Jobless

6 Apr

There so many things happen these days… Saya baru pulang dari Makassar Selasa kemarin setelah 2 minggu disana. Tidak banyak tempat yang saya singgahi karena minggu pertama saya sakit, dan minggu kedua jalanan dipenuhi oleh mahasiswa yang menolak kenaikan BBM. Lihat berita kan? tahu donk bagaimana hebohnya demo di Makassar, semua akses jalan dijegal pendemo, macet dan takut rusuh serta tidak adanya jalur alternatif akhirnya membuat saya stuck di rumah. Belum lagi hujan yang turun setiap hari membuat saya dan Fajar agak malas keluar.

Tapi sebenarnya tidak ada yang saya sesali karena harus tinggal di rumah terus, saya bisa bantu-bantu Mama dan Abah terus main dengan 2 orang keponakan saya. Jadi setelah pulang Mama dan Abah sudah puas bertemu Fajar dan saya. hihihihi…

Anyway I’m officially jobless now. Yes, saya tidak punya pekerjaan lagi dan tidak gajian lagi. Ini sudah jadi keputusan saya, seharusnya sih tidak ada penyesalan, hanya memang masih ada yang mengganjal di hati saya, mungkin karena setiap tanggal 1 tidak akan ada lagi yang mentransfer sejumlah uang ke rekening saya lagi. hihihihi…

Mungkin saya juga sedang dalam masa galau, tapi saya yakin sih setiap perubahan akan membawa efek yang kurang lebih sama dengan apa yang saya rasakan sekarang. Saya tidak mood menulis, tidak mood ngetwit bahkan tidak mood nonton TV. Read More….

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,023 other followers